Inovasi Teknologi Pembuatan Nata De Coco Khas Daerah

Pembuatan nata de coco dengan beberapa alternatif perbandingan komposisi bahan yang lebih efisien untuk menghasilkan nata sheet yang baik, dari segi warna, tekstur, ketebalan dan berat (untuk 10 liter air kelapa) sebagai berikut :

Tabel 1. Perbandingan komposisi gula, Za dan cuka dalam 10 liter air kelapa

komposisi

 

Cara Pembuatan : download

  1. Air kelapa disaring, dicampur dengan bahan-bahan lain (urea, cuka, gula) dalam tabel 1.,didihkan selama 15 menit, diangkat dimasukkan pada nampan atau baskom steril dengan volume 1,25 – 1,5 liter/nampan
  2. Diinokulasi dengan menggunakan starter atau bibit sebanyak 10 % (v/v), kemudian ditutup dengan menggunakan kain kasa/ koran, diikat karet.
  3. Nampan diinkubasi atau diperam dengan cara diletakan pada tempat yang bersih, terhindar dari debu menghindari terjadinya kontaminasi, dan dipanen dilakukan pada umur 7-8 hari.

Olahan nata de coco dengan rasa khas daerah
Untuk meningkatkan nilai ekonomis produk dilakukan diversifikasi olahan nata de coco dengan berbagai rasa yang menonjolkan khas daerah, dengan menggunakan bahan perasa alami yang berasal/mudah didapat di lokasi, yaitu rasa rempah secang, jahe, gula asam dan rasa jeruk.

Tabel 2. Resep Nata de coco dengan aneka rasa khas daerah

komposisi 2

Proses Pengolahan Nata de Coco

  1. Nata de Coco dipanen pada umur 7-8 hari, dalam bentuk lembaran dengan ketebalan sekitar 1,5 cm.
  2. Nata de Coco dicuci dengan menggunakan air bersih, dibersihkan lapisan tepi, diiris dalam bentuk kubus, dicuci kembali dengan menggunakan air bersih, direndam dalam air bersih selama 2-3 hari. Agar rasa asam Nata de Coco hilang perlu direbus selama 10 menit tiga kali, sehingga dihasilkan Nata de Coco rasa tawar.
  3. Untuk menghasilkan Nata de Coco siap konsumsi yang memiliki rasa manis dengan rasa tertentu perlu dilakukan proses lanjut. Nata de Coco direbus dalam air bergula, dan  ditambahkan dengan aneka rasa sesuai selera (seperti tabel 2). Untuk rasa rempah secang dan Jahe, sebelum nata de coco dimasukkan, air rasa rempah secang dan jahe tersebut disaring terlebih dahulu.

Sumber : Selvia dkk | Gambar (kompasiana.com)

Cara Pembuatan Nata De Coco Limbah Kakao

Produk sampingan yang bisa dihasilkan dari cairan lender biji kakao adalah nata cacao. Pada prinsipnya, hampir sama dengan nata de coco yanga bahannya berasal dari air kelapa. Dengan proses fermentasi yang serupa yaitu pemnafaatan bakteri acetobacter xylinum, cairan lender biji kakao dapat menghasilkan nata. Cara pembuatan nata de cacao sama dengan pembuatan nata de coco yaitu relative sederhanan dan mudah dikerjakan, hanya saja memerlukan suasana yang bersih dan kondisi yang aseptis. Adapun pembuatannya sebagai berikut :

Tahapan pembuatan starter:nata de kakao

  1. Timbang bahan yang sudah disiapkan.
  2. Siapkan larutan pertama berupa air kelapa yang telah diendapkan dan disaring, ambil 1.060 ml air kelapa. Panaskan sampai mendidih.
  3. Tambahkan asam asetat glacial 25% dan 100 gr glukosa. Aduk hingga gula larut.
  4. Buat larutan kedua berupa larutan urea yang dimasukkan dalam 60 ml air kelapa, kemudian panaskan hingga mendidih
  5. Tuang larutan kedua dengan larutan pertama yang telah disiapkan.
  6. Pindahkan dalam botol starter dan tutup dengan kapas steril dan tunggu sampai dingin
  7. Tambahkan 10% biakan, agar biakan tumbuh miring pada permukaan gunakan aquades steril sebanyak 10 ml.
  8. Letakkan botol kedalam rak inkubasi selama 6-8 hari sampai terbentuk lapisan putih pada media.

Tahapan pembuatan nata de cacao adalah:

  1. Pulp cacao diiris tipis kemudian dicuci sampai bersih.
  2. Bahan dimasukkan ke dalam blander kemudian ditambahkan air dengan perbandingan 1:15.
  3. Setelah diblender bahan disaring untuk memisahkan ampasnya dengan sari buah.
  4. Sari buah ditambahkan sukrosa 75%, amonium sulfat 0,5%, asam asetat hingga pH mencapai 3,7.
  5. Dilakukan pemanasan terhadap medium fermentasi pada suhu 100oC selama 30 menit, kemudian didinginkan.
  6. Setelah dingin ditambahkan starter nata kemudian dituang dalam nampan.
  7. Medium diinkubasi selama 14 hari, kemudian dilakukan pemanenan nata.
  8. Lembaran nata yang terbentuk dicuci dan dipotong kecil-kecil, kemudian direbus sampai mendidih (suhu 30­oC).
  9. Air rebusan nata diganti dengan air yang baru dan direndam selama semalam. Hal ini dilakukan sebanyak 2-3 kali sampai aroma asamnya hilang.
  10. Nata direbus dalam larutan gula 25 % selama 20 menit dan direndam selama semalam. Setelah itu baru dikemas

Nata de cocoa dapat diproduksi dalam skala rumah tangga atau industri kecil.Untuk memberi variasi rasa dan aroma pada nata de cocoa, air gula dapat ditambah pencita rasa seperti vanili atau daun pandan, atau dapat pula diganti dengan air sirup

Sumber : disini | gambar (maluku)

Cara Pembuatan Dodol dari Buah Sirsak

Daging  sirsak  secara komersial untuk diambil daging buahnya. Pohon sisrsak dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam. Tapi ternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnya pengetahuan tetang manfaat daun sirsak. Nah, Untuk itu kali ini akan kita bahasa bagaimana mengoptimalkan buah sirsak menjadi Dodol. Kita semua tahu bahwa dodol merupakan makanan camilan yang sudah di kenal luas dimasyarakat. Berikut proses pembuatan dodol dari buah sirsak.

imagesBahan

  • Buah sirsak matang 1 kg
  • Gula pasir 1 kg
  • Asam sitrat atau citrum zuur 0,5 sdt (sendok teh)
  • Garam dapur 0,5 sdt
  • Vanili secukupnya

Peralatan

Pisau, talenan, wadah (baskom), wajan, kompor, botol dan beberapa sarana penunjang lainnya

Cara pembuatan

  1. Kupas kulit buah sirsak dengan pisau yang tajam hingga bersih.
  2. Pisahkan dan buang seluruh biji yang ada, serta tampung daging buah sirsak tanpa biji dalam wadah
  3. Campurkan daging buah sirsak tanpa biji dengan gula pasir, asam sitrat, dan garam dapur, hingga menjadi adonan yang homogen.
  4. Panaskan campuran bahan-bahan tersebut diatas api kecil, sambil terus diaduk-aduk hingga menjadi kental dan berwarna kekuning-kuningan.
  5. Peralatan pengaduk dodol yang praktis bisa d lihat disini.
  6. Angkat wajik atau dodol sirsak tersebut dari perapian dan dinginkan.
  7. Cetak wajik atau dodol sirsak tersebut dalam bentuk segi empat atau panjang lonjong tergantung selera, dan kemudian bungkus dengan kertas minyak.
  8. Kemas wajik atau dodol sisak tersebut dalam kotak plastik beri label atau etiket wajik atau dodol sirsak, sesuai selera :)

Buah sirsak memang menawarkan berbagai kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai dari buahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah banyak diketahui bahwa buah sirsak banyak mengandung vitamin C, kandungan serat dan nutrisi penting lainnya banyak terkandung dalam buah yang banyak ditemui di negara Tropis ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai pohon sirsak yang banyak .Tentu ini menjadi peluang bisnis yang tepat, bagi sahabat semua jika berminat mengembangkan buah sirsak ini. Selamat mencoba

Sumber : uncp

Cara Pembuatan Rambak dari Kulit Sapi

krupukKerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang dan ikan. Ada dua jenis kerupuk yang dikenal dimasyarakat, yaitu kerupuk dengan bahan baku nabati (seperti kerupuk singkong, kerupuk bawang,kerupuk puli, rempeyek, rengginang, kerupuk gendar, kerupuk aci,rengginang) dan kerupuk dengan tambahan bahan pangan hewani (seperti kerupuk udang, kerupuk ikan dan kerupuk rambak kulit). Untuk kerupuk kulit atau yang dikenal dengan nama kerupuk rambak, merupakan kerupuk yang tidak dibuat dari adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi, kerbau, kelinci, ayam atau kulit ikan yang dikeringkan. Sekarang ini proses pembuatannya  ada yang masih tradisional dan merupakan usaha rumah tangga, namun ada juga yang sudah di bantu dengan peralatan yang modern. Pembuatan kerupuk rambak kulit sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan bahan yang mahal. Adapaun proses pembuatannya sebagai berikut,

  1. Pemilihan kulit sebagai bahan baku kulit (harus dari kulit yang sehat, bukan dari ternak yang sakit, kulit bersih dan tidak busuk)
  2. Pencucian (washing) untuk membersihkan sisa kotoran yang masih menempel
  3. Perendaman jika kulit berasal dari kulit awetan atau kulit kering (selama 24 jam dalam air bersih) supaya kulit kering menjadi basah seperti kulit segar.
  4. Pengapuran (liming) (direndam dalam larutan kapur tohor (Ca(OH)2 supaya kulit membengkak, lapisan epidermis dan bulu mudah dihilangkan serta untuk menuingkatkan daya kembang dan kerenyahan kerupuk rambak)
  5. Pengerokan bulu (terutama dari kulit sapi, kerbau dan kelinci)
  6. Perebusan (boiling) pada suhu dan waktu tertentu sesuai jenis kulit supaya kulit matang
  7. Pemotongan kulit sesuai selera
  8. Penjemuran dibawah sinar matahari sampai kering
  9. Penggorengan (dilakukan 2 tahap, yaitu dengan minyak yang tidak terlalu panas (suhu 80ºC) kemudian dimasukkan dalam minyak yang panas (suhu 100ºC) sampai kerupuk rambak kulkit mengembang dengan sempurna
  10. Proses selanjutnya yaitu pengemasan dalam kantong plastik serta pemasaran

Sumber : Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan http://jiip.ub.ac.id

Cara Pembuatan Kerupuk Lele

Picture2Ikan lele selain sudah di kenal sebagai salah satu favorit lauk makan di masyarakat, namun juga bisa jadi diolah menjadi kerupuk. Tentang rasa tentu yang tak kalah lezatnya dengan kerupuk ikan pada umumnya. Kelebihan lainnya bahan bakunya murah, cara membuatnya juga ternyata sangatlah mudah. Berikut persiapan dan bahan yang perlu kita siapkan untuk membuat kerupuk lele yang renyah ini.

Bahan baku : tepung tapioka (9 kg), Daging lele (3,5 kg), air (3,3 liter), garam (300 gram), gula (250 gram), soda kue (10 gram), bahan pengasam secukupnya, bawang putih (250 gram), telur (8 butir), susu kental (30 sendok makan), Natrium Meta Bisulfit (5 gram), Natrium benzoat (5 gram), keju parut (100 gram), dan minyak goreng secukupnya.

Peralatan : timbangan, gelas ukur, panci email, saringan, mixer, blender, pisau dan talenan, kompor brander / kompor bertekanan, pengukus adonan kerupuk, bak plastik, rak kayu, laminating pres untuk menutup kemasan, para – para, oven atau mesin pengering, pengaduk kayu, dan cetakan kerupuk > lihat di sini.

Proses Pembuatan :

  1. Siapkan bahan pengisi kerupuk dengan menjadikan daging lele bubur terlebih dahulu (tentunya setelah dicuci dan isi perutnya dikeluarkan), kemudian diblender dengan penambahan air (2:1).
  2. Hilangkan bau amis dengan penambahan bahan pengasam. Bubur daging lele ditempatkan pada panci kemudian tambahkan bahan pengasam sedikit-demi sedikit sambil diaduk sampai bau amisnya hilang.
  3. Buat adonan cair, yang terdiri dari bubur lele, air, telur, garam, gula, soda kue, susu kental, bawang putih, bahan pengawet (asam benzoate), bahan pemutih (sodium meta bisulfit), dan keju. Untuk membuat adonan cair seluruh bahan (kecuali bubur lele) dimasukan ke dalam blender, termasuk telur yang sudah dikocok, bawang putih yang sudah dihaluskan, serta keju yang telah diparut. Seteleh itu kemudian diblender. Bubur lele yang sudah disiapkan sebelumnya dituang sedikit demi sedikit ke dalam wadah berisi adonan cair sambil diaduk hingga merata.
  4. Buat adonan kerupuk. berupa campuran dari adonan cair dengan tepung tapioka dengan cara ditabur sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan (diuleni), hingga menjadi campuran adonan yang cukup kental sehingga dapat dibentuk atau dicetak.
  5. Cetak adonan dengan cetakan yang telah dipersiapkan atau tanpa cetakan, misalnya dikepang.
  6. Kukus adonan dengan posisi adonan kerupuk yang telah dicetak pada ram kawat diletakan pada rak-rak dalam alat pengukus yang telah disiapkan. Pengukusan dilakukan ± 1 jam atau tergantung besar ukuran adonan dan besarnya nyala api.
  7. Dinginkan dan keraskan adonan, caranya, adonan yang sudah matang dijemur selama 2-3 hari, selanjutnya ditempatkan di rak kawat dan diangin-anginkan selama 3 -4 hari lagi hingga adonan keras dan siap untuk dipotong.
  8. Tahapan terakhir adalah memotong adonan, mengeringkan hasil pemotongan adonan, kemudian dijemur lagi (atau bisa dilakukan dengan alat pengering), serta dikemas dalam kemasan yang telah dipersiapkan.

Sumber : lestarimandiri.org | gambar (pic.google)

Pembuatan Selai Buah Pala

Buah Pala merupakan buah pala dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Biji dan fuli pala kering merupakan dua bentuk komoditas pala di pasar internasional, keduanya dapat diolah menjadi minyak pala yang memberikan nilai tambah. Daging buah pala dapat diolah menjadi berbagai macam produk pangan seperti manisan, sari buah, minuman instan, selai, asinan, dodol, anggur, asam cuka, chutney dan jeli, bahkan kulit buahnyapun dapat diolah menjadi selai. Selai ini dapat digunakan untuk bahan pembuat roti dan kue. Berikut ini pembuatan selai dari kulit buah pala.

downloadBahan:
1)Buah pala yang yang telah matang ( berwarna kuning dan bernoda cokelat tua pada kulit luarnya); 2) Gula tepung yang berasal dari gula pasir yang putih bersih (Jumlah gula yang ditambahkan hingga kadar gula pada selai 67,5%; 3) Pectin; 4) Agar-agar; 5) Asam (digunakan untuk menurunkan pH bubur buah karena struktur gel hanya terbentuk pada pH rendah). Asam yang dapat digunakan adalah asam sitrat, asam asetat dan cairan asam dari perasan jeruk nipis.

Peralatan:
Pisau dan landasannya, baskom,penggiling kulit buah (blender atau mesin penggiling), wadah pemasak bubur, kompor, tungku, botol kaca, kantong plastic, alat pemasang segel plastic, segel plastic, timbangan.

Cara Pembuatan:

  1. Lapisan terluar dari kulit buah dikupas tipis-tipis, kemudian kulit buah dicincang atau diiris kecil-kecil dan secepat mungkin direndam dalam larutan natrium bisulfit hangat (suhu 70°-80°C) selama 20 menit.
  2. Setelah itu bahan diiriskan, dan segera digiling atau diblender sampai halus dengan penambahan air, yaitu setiap 1 kg bahan ditambah dengan 0.5 liter air, sehingga menjadi bubur kulit pala.
  3. Bubur kulit pala dicampur dengan gula pasir halus dan pectin atau tepung agar dengan perbandingan 1 kg bubur kulit : 1 kg gula : 10 gram pektin atau agar, kemudian diaduk sampai semua gula larut. Pengadukan dapat digunakan mixer;
  4. Bubur dipanaskan sampai mendidih, mula-mula menggunakan api besar dan setelah mendidih api dikecilkan untuk menjaga agar bubur tetap mendidih. Pengadukan dilakukan terus menerus selama bubur mendidih.
  5. Ketika bubur mendidih, tambahkan asam dan pengawet, dengan ukuran setiap 1 kg kulit pala ditambah dengan 6 gram asam sitrat atau 5 ml asam asetat 25%, dan 2 gram asam benzoate. Setelah bubur mendidih selama 10 menit, api dikecilkan untuk menjaga bubur tetap panas. Hasil yang diperoleh disebut dengan selai kulit pala.
  6. Untuk yang ingin berbisnis pengolahan buah pala, silahkan alat pengolahannya disini.

Sumber : cybex.deptan.go.id | Foto : food.detik.com

Cara Pembuatan Bakso Ikan

imagesBaso merupakan campuran homogen daging, tepung pati dan bumbu yang telah mengalami proses ekstraksi dan pemasak. Cara pembuatan baso tidak sulit.  Daging digiling halus dengan screw extruder, kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu di dalam alat pencampur yang khusus sehingga bahan tercampur menjadi bahan pasta yan sanat rata dan halus. Setelah itu pasta dicetak bebentuk bulat dan direbus sampai matang. Baso yang bermutu bagus dapat dibuat tanpa penambahan bahan kimia apapun. Berikut cara pembuatan bakso Ikan yang bagus.

Bahan :

  • Ikan (Ikan yang digunakan adalah ukuran sedang dan besar, seperti ikan tongkol, tuna (sisiak), beledang, tenggiri, dan gabua. Ikan harus seger, semakin segar semakin baik).
  • Tapioka
  • Bumbu-bumbu ( bawang merah, bawang putih, merica bubuk dan garam).
  • Telur *Telur tidak selalu digunakan
  • Sodium tripoli fosfat. Bahan kimia ini berfungsi sebagai pengemulsi sehingga dihasilkan adonan yang lebih rata (homogen).

komposisi

Peralatan : Penggiling dan Pencampur, Ketel perebus serta pencetak bakso.

Cara Pembuatan :

1) Proses Pendahuluan
Proses pendahuluan dilakukan untuk penyiangan, dan filleting.
a) Penyiangan
- Mula-mula sisik disikat dari ekor mengarah ke kepala dengan sikat ikan tanpa melukai dagingnya. Kemudian ikan dicuci, dan sisik yang tertinggal dibuang.
- Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong. Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.
- Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang. Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisa-sisa darah.
- Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.
b) Filleting
- Daging rusuk di sayat dari arah kepala ke ekor sehingga diperoleh fillet. Daging yang tersisa pada tulang dikerok dengan pisau dan dicampurkan dengan fillet.
- Kulit pada fillet dikelupas dan dipisahkan. Kulit ini tidak digunakan untuk membuat baso.
c) Pembekuan fillet
- Fillet dibekukan secara cepat. Kemudian digiling sampai halus menjadi bubur ikan.
- Fillet tidak harus dibekukan, dan dapat langsung digiling.
2) Penyusunan Bahan Baso
Komposisi bahan penyusun baso tergantung kepada rasa baso yang diinginkan. Semakin banyak kandungan ikan, semakin enak rasa basonya.
3) Penggilingan Ikan Menjadi Adonan Baso
Bubur ikan diaduk dan lebih dihaluskan di dalam bagian alat pencampur adonan. Setelah bubur ikan benar-benar rata dan halus ditambahkan bumbu, sodium tripolifosfat, dan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan kecepatan tingi. Selama pengadukan, ditambahkan butiran atau bongkahan es. Pengadukan dianggap selesai jika terbentuk adonan yang rata, halus dan dapat dibulatkan bila di remas dengan tangan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yang dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari.
4) Pembuatan Bulatan Baso Mentah dan Perebusan
-Cara manual, Adonan diremas-remas dengan telapak tangan, kemudian dibuat bulatan dengan meremas-remas adonan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yang dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari. Dengan bantuan ujung sendok terbalik, bulatan adonan secara cepat dimasukkan ke dalam air mendidih. Bila sudah matang, baso akan mengapung. Baso ini dibiarkan mengapung selama 5 menit, kemudian diangkat untuk ditiriskan. Hasil yang diperoleh disebut baso ikan.
5) Penyimpanan
Baso merupakan bahan basah yang mudah rusak. Agar dapat tahan lama, baso harus disimpan di dalam ruang pembeku (freezer) dalam kemasan plastik tertutup rapat. Suhu freezer hendaknya di bawah -180C.

Sumber : ristek | foto (flexmedia.co.id)

Cara Pembuatan Tepung Aren

Tepung aren merupakan pati yang diekstrak dari batang aren. Produk ini digunakan untuk pengolahan makanan, pakan, kosmetika, bahan baku industri kimia dan pengolahan kayu. Batang aren dapat diolah menjadi tepung aren dengan cara sederhana. Sampai sekarang pengolahan tepung aren dilakukan dengan cara tradisional dengan alat-alat sederhana. Di Sumatera Barat, pengolahan tepung aren ini belum dilakukan. Pengolahan tepung aren perlu dipertimbangkan sebagai salah satu usaha di pedesan. Pada tulisan ini dijelaskan pengolahan tepung aren skala rumahtangga. Berikut proses pembuatanya :

Bahan : Batang aren, NaHSO3, Kaporitindex

Peralatan :

  • Pengupas kulit
  • Alat pengering
  • Tempat pengendapan
  • Penyaring bubur aren
  • Pemarut aren
  • Perendam parutan

Proses Pembuatan :

1) Pengupasan. Batang aren dikupas untuk membuang kulit luar yang keras.
2) Pemarutan. Batang aren yang telah dikupas kulitnya diparut halus sambil ditambah air sehingga menjadi bubur aren. Jika batang yang ditangani cukup banyak, batang diparut dengan mesin pemarut.
3) Pembuatan larutan sulfit. Natrium bisulfit dilarutkan ke dalam air. Setiap 1 liter air ditambah dengan 3 g senyawa natrium bisulfit. Larutan yang diperoleh disebut larutan sulfit. Larutan sulfit dapat dibuat dengan biaya murah dengan cara mengalirkan gas SO2 ke dalam air. Gas SO2 tersebut dibuat dengan membakar belerang (S atau sulfur).
4) Penambahan larutan sulfit dan pengadukan. Bubur hasil pemarutan ditambah larutan sulfit (1 bagian bubur ditambah dengan 1 bagian air) sehingga menjadi bubur encer. Bubur encer ini diaduk-aduk agar pati lebih banyak yang terlepas dari sel batang. Jika bubur cukup banyak,
pengadukan dilakukan dengan alat pengaduk mekanis.
5) Penyaringan suspensi pati. Bubur aren disaring dengan salah satu cara
berikut:

a. Bubur dimasukkan ke dalam kain saring, kemudian diremas-remas sehingga pati lolos dari saringan sebagai suspensi pati, dan serat tertinggal pada kain saring. Suspensi pati ini ditampung pada wadah pengendapan.
b. Bubur dituangkan ke atas saringan dari anyaman kawat yang terbuat dari stainless steel, kemudian diadukaduk sehingga patinya lolos sebagai suspensi pati dan serat tertinggal diatas saringan. Suspensi ini ditampung pada wadah pengendapan.

6) Pengendapan pati. Suspensi pati dibiarkan mengendap di dalam wadah pengendapan selama 12 jam. Pati akan mengendap sebagai pasta. Cairan di atas endapan dibuang.
7) Pembersihan pasta pati

a. Pasta pati berwarna coklat dan tampak kotor. Pasta ini kemudian direndam di dalam air yang mengandung kaporit 10-15 ppm, kemudian didiamkan sampai terbentuk endapan pasta pati. Cairan jernih di atas pasta dibuang.
b. Lapisan atas dari pasta pati masih berwarna coklat dan kotor. Lapisan kotor ini dibuang dengan hati-hati sehingga tidak terbuang lapisan putih bersih yang berada di bawahnya.
c. Pasta yang telah dibuang lapisan coklat yang kotor tersebut, direndam sekali lagi dengan larutan kaporit. Hal ini dilakukan sampai diperoleh pasta yang putih bersih.

8) Pengeringan
a. Pasta pati yang putih bersih ditiriskan, kemudian diayak dengan anyaman kawat yang agak rapat (lebar 1 mm) dengan menekannekankan pasta pada permukaan ayakan. Pasta akan lolos sebagai butiran kasar yang basah.
b. Butiran kasar tersebut dijemur di atas tampah, atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 14%. Produk yang telah kering akan gemirisik bila diremas-remas. Hasil pengeringan ini disebut dengan tepung kasar.
9) Penggilingan. Tepung aren selanjutnya ditumbuk atau digiling sampai halus (sekurang-kurangnya 80 mesh) menjadi tepung aren.
10) Pengemasan. Tepung aren dikemas di dalam kantung plastik atau kotak kaleng dalam keadaan tertutup rapat.

Sumber : ristek |

Cara Pembutan Keripik Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang mampu menunjang program perbaikan gizi masyarakat. Nilai kalorinya cukup tinggi, yaitu 123 kalori/100 gram. Ubi jalar berkulit tipis dan berkadar air tinggi sehingga perlu penanganan secara seksama selama proses panen, dan pengangkutan serta penyimpanan sebelum dimanfaatkan. Apabila kulit yang tipis tersebut rusak, maka akan mudah sekali mikroorganisme (bakteri, jamur, dll) masuk ke dalam umbi, sehingga seluruh bagian umbi akan cepat rusak. Berikut proses pembuatanya,

Bahan :index

  • Ubi jalar 10 kg
  • Minyak goreng 1 kg
  • Garam dapur 120 gram
  • Natrium metabisulfit 1 ons
  • Air 10 liter

Peralatan : Pisau, Dandang, Ember, Tungku atau kompor, Tampah (nyiru)

Proses Pembuatan

  1. Pilih ubi yang baru dipanen lalu cuci. Kupas dan hilangkan bagian tunasnya;
  2. Ubi jalar yang sudah dikupas cepat rendam dalam air untuk mencegah perubahan warna;
  3.  Iris tipis-tipis dengan ketebalan 1 ½ ~ 2 ½ mm;
  4. Untuk memperbaiki warna keripik dan menghilangkan rasa getir dapat direndam dalam 10 liter air yang diberi 1 ons natrium metabisulfit;
  5. Cuci dan tiriskan kemudian kukus selama 5 menit setelah air mendidih;
  6. Tiriskan setelah dikupas;
  7. Letakkan pada tampah lalu jemur. Irisan harus sering dibalik sebelum kering untuk mencegah supaya tidak lengket;
  8. Goreng irisan yang sudah kering. Irisan ubi yang dimasukkan jangan terlalu banyak dan api jangan terlalu besar;
  9. Keripik yang sudah digoreng biarkan beberapa lama, kemudian kemas dalam kantong plastik, tutup rapat, dan simpan di tempat kering

Catatan:
Ada beberapa cara dalam pembuatan keripik ubi jalar yaitu setelah penggorengan ada yang dicampur dengan gula untuk menambah rasa manis. Ada juga yang mencampurnya dengan merica untuk membuat rasa keripil lebih hangat. Atau ada pula yang dicampur dengan bumbu dan cabai agar mempunyai rasa pedas.

 

Sumber : ristek | foto (wikipedia.org)

Proses Pembuatan Keripik Kentang

Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Kentang dengan mudah dapat dibuat menjadi keripik. Peralatan yang dibutuhkan sederhana, serta modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Berikut Proses pembuatanya,

Bahan 

  • Kentang besar 20 kg
  • Bawang putih 1 onsdownload (4)
  • Garam 6 sendok makan
  • Kapur sirih 1 ons
  • 5) Minyak goreng 2 kg

Peralatan : Pisau, Ember plastik, Tampah (nyiru), Penggorengan (wajan), Kompor atau tungku, Panci email atau baskom plastik, Pengaduk dan Saringan.

Proses Pembuatan

  1. Kupas kentang, segera masukkan dalam ember yang berisi air, kemudian cuci sampai bersih
  2. Iris tipis-tipis dengan ketebalan 2~2 ½ mm, langsung rendam selama 12~24 jam dalam air yang telah diberi kapur sirih
  3. Setelah direndam, cuci lalu tiriskan
  4. Tumbuk bawang putih dan garam sampai halus lalu masak dalam air sampai mendidih. Larutan ini harus cukup asin
  5. Rebus irisan kentang selama 3~5 menit, kemudian tiriskan
  6. Letakkan irisan kentang di atas tampah. Susun berjajar secara berselingan
  7. Jemur selama 2~3 hari sampai kering
  8. Goreng dalam minyak yang tidak terlalu panas. Bila kentang sudah mekar cepat angkat
  9. Agar penggorengan lebih optimal dan renyah,tidak ada salahnya Anda gunakan mesin Vacum Friying

*Dari 1 kg kentang dapat diperoleh 2 ons keripik kentang dan keripik kentang yang belum digoreng sebaiknya disimpan dalam kaleng yang tertutup rapat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sumber : *Buku Panduan Teknologi Pangan PDII-LIPI | foto (liniberita.com)