Cara Pembutan Keripik Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang mampu menunjang program perbaikan gizi masyarakat. Nilai kalorinya cukup tinggi, yaitu 123 kalori/100 gram. Ubi jalar berkulit tipis dan berkadar air tinggi sehingga perlu penanganan secara seksama selama proses panen, dan pengangkutan serta penyimpanan sebelum dimanfaatkan. Apabila kulit yang tipis tersebut rusak, maka akan mudah sekali mikroorganisme (bakteri, jamur, dll) masuk ke dalam umbi, sehingga seluruh bagian umbi akan cepat rusak. Berikut proses pembuatanya,

Bahan :index

  • Ubi jalar 10 kg
  • Minyak goreng 1 kg
  • Garam dapur 120 gram
  • Natrium metabisulfit 1 ons
  • Air 10 liter

Peralatan : Pisau, Dandang, Ember, Tungku atau kompor, Tampah (nyiru)

Proses Pembuatan

  1. Pilih ubi yang baru dipanen lalu cuci. Kupas dan hilangkan bagian tunasnya;
  2. Ubi jalar yang sudah dikupas cepat rendam dalam air untuk mencegah perubahan warna;
  3.  Iris tipis-tipis dengan ketebalan 1 ½ ~ 2 ½ mm;
  4. Untuk memperbaiki warna keripik dan menghilangkan rasa getir dapat direndam dalam 10 liter air yang diberi 1 ons natrium metabisulfit;
  5. Cuci dan tiriskan kemudian kukus selama 5 menit setelah air mendidih;
  6. Tiriskan setelah dikupas;
  7. Letakkan pada tampah lalu jemur. Irisan harus sering dibalik sebelum kering untuk mencegah supaya tidak lengket;
  8. Goreng irisan yang sudah kering. Irisan ubi yang dimasukkan jangan terlalu banyak dan api jangan terlalu besar;
  9. Keripik yang sudah digoreng biarkan beberapa lama, kemudian kemas dalam kantong plastik, tutup rapat, dan simpan di tempat kering

Catatan:
Ada beberapa cara dalam pembuatan keripik ubi jalar yaitu setelah penggorengan ada yang dicampur dengan gula untuk menambah rasa manis. Ada juga yang mencampurnya dengan merica untuk membuat rasa keripil lebih hangat. Atau ada pula yang dicampur dengan bumbu dan cabai agar mempunyai rasa pedas.

 

Sumber : ristek | foto (wikipedia.org)

Proses Pembuatan Keripik Kentang

Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Kentang dengan mudah dapat dibuat menjadi keripik. Peralatan yang dibutuhkan sederhana, serta modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Berikut Proses pembuatanya,

Bahan 

  • Kentang besar 20 kg
  • Bawang putih 1 onsdownload (4)
  • Garam 6 sendok makan
  • Kapur sirih 1 ons
  • 5) Minyak goreng 2 kg

Peralatan : Pisau, Ember plastik, Tampah (nyiru), Penggorengan (wajan), Kompor atau tungku, Panci email atau baskom plastik, Pengaduk dan Saringan.

Proses Pembuatan

  1. Kupas kentang, segera masukkan dalam ember yang berisi air, kemudian cuci sampai bersih
  2. Iris tipis-tipis dengan ketebalan 2~2 ½ mm, langsung rendam selama 12~24 jam dalam air yang telah diberi kapur sirih
  3. Setelah direndam, cuci lalu tiriskan
  4. Tumbuk bawang putih dan garam sampai halus lalu masak dalam air sampai mendidih. Larutan ini harus cukup asin
  5. Rebus irisan kentang selama 3~5 menit, kemudian tiriskan
  6. Letakkan irisan kentang di atas tampah. Susun berjajar secara berselingan
  7. Jemur selama 2~3 hari sampai kering
  8. Goreng dalam minyak yang tidak terlalu panas. Bila kentang sudah mekar cepat angkat
  9. Agar penggorengan lebih optimal dan renyah,tidak ada salahnya Anda gunakan mesin Vacum Friying

*Dari 1 kg kentang dapat diperoleh 2 ons keripik kentang dan keripik kentang yang belum digoreng sebaiknya disimpan dalam kaleng yang tertutup rapat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sumber : *Buku Panduan Teknologi Pangan PDII-LIPI | foto (liniberita.com)

Cara Membuat Dendeng Giling

Pengawetan daging merupakan suatu cara menyimpan daging untuk jangka waktu yang cukup lama agar kualitas maupun kebersihannya tetap terjaga. Tujuan pengawetan adalah menjaga ketahanan terhadap serangan jamur (kapang), bakteri, virus dan kuman agar daging tidak mudah rusak. Ada beberapa cara pengawetan yaitu: pendinginan, pelayuan, pengasapan, pengeringan, pengalengan dan pembekuan. Contoh hasil olahan dan pengawetan daging adalah abon, dendeng sayat, dendeng giling, dendeng ragi, daging asap, kornet, sosis dan sebagainya. Dendeng giling adalah daging yang digiling berupa lembaran tipis dan diberi bumbu, kemudian dikeringkan. Pembuatan dendeng giling tidak memerlukan daging yang berkualitas baik.

imagesBahan 

  • Daging 4 kg
  • Gula merah 1 kg
  • Garam 2 ons
  • Bawang putih 60 gram
  • Asam Jawa 40 gram
  • Lengkuas 12 gram
  • Ketumbar 4 ons

Alat : 

Mesin Penggiling Daging, Baskom,Rak bumbu, Pelapis/Jerami bersih dan kering, Sendok, Pisau , (cobek dan ulekan), Kayu bundar .

Proses Pembuatan

  1. Giling daging sapi yang telah dicuci bersih dengan alat penggiling daging
  2. Campur dengan bumbu yang telah dihaluskan, kemudian buat menjadi lembaran tebal kira-kira 3 mm dengan cara mengepresnya dengan kayu bundar
  3. Susun pada rak bambu yang dilapisi dengan merang bersih/sejenisnya
  4. Keringkan dibawah sinar matahari selama 3~5 hari, dapat juga dengan oven pada suhu 500~600 C selama 4~6 jam
  5. Kemas dalam kantong plastik

Catatan:

Ketebalan dendeng giling dapat diatur secara merata sehingga mempercepat proses penggeringan .
Pengeringan dengan oven perlu dijaga, terutama mengenai tinggi, suhu dan lama pengeringan sehingga tidak merusak kualitas dendeng secara alami maupun kimiawi.

 

Sumber : *Buku Panduan Teknologi Pangan

 

Cara Membuat Bihun

bihun berasBihun dibuat dari beras melalui proses ekstrusi sehingga memperoleh bentuk seperti benang. Meskipun pengolahan bihun belum banyak diketahui, cara pengolahannya tidak sulit dilakukan. Pengolahan bihun dapat dilakukan dengan investasi yang tidak terlalu besar oleh industri kecil.

Bahan : Beras, Sodium metabisulfit.

Peralatan yang dibutuhkan : Penggiling, Pengayak, Penyosok, Wadah perendam, Penyaring, Filter Press, Screw Extruder, Pengukus, Pengering.

Proses Pembuatan

  1. Beras diayak untuk membuang kotoran-kotoran seperti kerikil, sekam dan gabah. Setelah itu beras disosoh sampai putih mengkilat.
  2. Beras dimasukkan ke tangki pencuci. Pencucian dilakukan berulang-ulang sampai air pencuci jernih. Setelah itu beras direndam dengan air yang telah diberi sodium metabidulfit 1 ppm (1 gram sodium metabisulfit untuk 1 m ³ air). Selama perendaman air diganti berulang-ulang. Lama perendaman adalah 4 jam. Setelah perendaman, beras ditiriskan.
  3. Beras digiling dengan penggiling cakram sambil ditambah air. Jumlah air adalah 4 liter untuk 1 kg beras. Hasil penggilingan adalah bubur beras encer.
  4. Bubur beras diperas dengan alat filter press untuk mengeluarkan air bubur. Hasil pemerasan berupa padatan basah yang dinamakan cake. Bubur juga dapat dibungkus dengan kain kemudian ditindih batu selama semalam.
  5. Cake digiling menjadi lebih halus dengan menggunakan screw extruder. Hasil penggilingan cake ini adalah pelet dengan panjang 5 cm dan diameter 0,5 cm. Ukuran pelet ini tergantung kepada disain tempat pengeluaran bahan extruder.
  6. Pelet dikukus dengan menggunakan uap pada suhu 100 0 C selama 1 jam sehingga diperoleh pelet matang.
  7. Pelet matang digiling kembali dengan menggunakan screw extruder. Tempat pengeluaran pada extruder berupa lobang-lobang kecil sehingga bahan keluar dari extruder berupa benang yang disebut bihun basah.
  8. Bihun basah dipotong, kemudian disusun diatas rak-rak dalam keadaan tergantung. Selanjutnya rak dimasukkan ke ruang pengukusan. Pengukusan berlangsung pada suhu diatas 100 0 C selama 45 menit.
  9. Setelah pengukusan, bihun basah dijemur sampai kering atau dikeringkan dengan alat pengering. Bihun yang kering bersifat rapuh sehingga mudah dipatahkan.
  10. Bihun kering tersebut dikemas dengan kantung plastik.

Sumber : iptek.net.id | foto (makanan.co.id)

Cara membuat Tepung Pisang

bahan tepung pisangTepung Pisang adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaple pisang). Produk ini digunakan untuk formulasi kue, dan makanan bayi walaupun demikian, produk ini belum banyak dikenal masyarakat. Pembuat tepung pisang mudah dilakukan, dan biayanya tidak mahal.

Bahan : Pisang matang petik yang kulitnya masih hijau dan daging buah masih keras. Pisang ini akan matang konsumsi jika diperam.

Peralatan

  • Wadah pemanas pendahuluan
  • Pisau dan talenan
  • Alat perajang
  • Alat pengering
  • Alat penggiling

Proses Pembuatan

  1. Pemanasan dan Pengupasan.
    Masukkan Pisang dalam wadah setelah wadah dipanasi. Panaskan selama 15 menit dan biarkan dingin. Hasilnya kulitnya menjadi kusam dan layu, serta kulitnya tidak bergetah lagi jika dikupas. Pisang yang telah dingin dikupas dengan pisau.
  2. Pemotongan.
    Pisang yang telah dikupas dipotong-potong melintang atau menyerong. Semakin kecil ukuran potongan semakin baik, karena akan semakin cepat kering jika dikeringkan.
  3. Pengeringan.
    Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengering / dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Di atas api (api unggun, api dapur dan api kompor) diletakkan seng gelombang (jarang 20-30 cm). Penjemuran atau pengeringan dilakukan sampai bahan benar-benar kering dengan tanda mngerasnya bahan, tapi mudah dipatahkan (rapuh). Hasil pengeringan ini disebut dengan potongan pisang kering (gaplek pisang).
  4. Penyimpanan gaplek pisang.
    Gaplek pisang dapat disimpan lama, jika bahan disimpan pada wadah tertutup yang tidak dapat dimasuki oleh uap air dan serangga.
  5. Penggilingan.
    Gaplek pisang digiling dengan alat penggiling, sampai halus (80 mesh). Hasil penggilingan ini disebut dengan tepung pisang.
  6. Penyimpanan tepung pisang.
    Tepung pisang harus disimpan pada wadah tertutup yang tidak dapat dimasuki oleh uap air dan serangga. Disarankan menggunakan kantong plastik tebal untuk mengemas tepung pisang, kemudian kantong tersebut dimasukkan ke dalam kotak kaleng yang dapat ditutup rapat.

Sumber : BPPT

Cara Membuat Susu Kedelai Bubuk Instan.

susukedelai

Bubuk kedelai digunakan sebagai minuman segar, karena mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Kadar protein bubuk kedelai lebih tinggi dari pada whole milk maupun skimmed milk. Apabila ditinjau dari kadar protein saja, maka bubuk kedelai dapat digunakan untuk mengganti susu. Cara pembuatan bubuk kedelai sangat mudah yaitu dengan cara menggoreng tanpa minyak (sangrai), kemudian dihaluskan sampai menjadi bubuk. Ada dua cara pembuatan bubuk kedelai yaitu : Penggorengan Sangrai Langsung (tanpa minyak) dan Penggorengan Sangrai Dengan Perendaman. Untuk kesempatan kali ini kita akan bahas cara yang pertama/ sangrai.

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1 kg kedelai, 8 liter air panas, 3 liter air dingin untuk perendaman, 100-200 gram gula pasir, 2 gram panili, 15 gram garam.

Alat yang digunakan : alat penumbuk, tampah/nyiru, ember plastik, ayakan halus, kompor, alat penggorengan (wajan terbuat dari tanah) dan stoples/plastik kemasan.

Caranya Pembuatan

  1. Kedelai dibersihkan.
  2. Panaskan wajan tanah selama 15 menit untuk mendapatkan panas yang merata. Kemudian goreng kedelai tersebut di atas wajan tanah sambil diaduk terus menerus. Lakukan selama 15 menit sampai pecah kulitnya. Atau dengan mesin sangrai.
  3. Angkat dan dinginkan selama 5-10 menit lalu tampi untuk menghilangkan abu dan kulit yang telah terpisah dari biji.
  4. Tumbuk kasar untuk memisahkan kulit dengan biji, lalu tampi lagi sampai tidak ada kulitnya,
  5. Kemudian tumbuk sampai halus, lalu diayak.
  6. Simpan bubuk kedelai ke dalam stoples atau plastik kemasan.
  7. Untuk peralatan pengolahan kedeleai yang lebih praktis bisa di lihat disini.

Dibandingkan dengan susu sapi yang bisa menaikkan kolesterol, susu kedelai justru menurunkan kolesterol. Susu kedelai juga kaya akan isoflavon yaitu sumber antioksidan potensial, dimana dalam satu gelas susu kedelai terdapat lebih kurang 20 mg isoflavon. Isoflavon bermanfaat untuk mengurangi kolesterol, mengurangi gejala menopause, mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko kanker. Untuk kecantikan kulit, antioksidan dalam isoflavon menjaga kehalusan dan kemulusan kulit.

Sumber : http://cybex.deptan.go.id/

Cara Pembuatan Bumbu Rendang Instan

Masakan Indonesia kaya akan bumbu sehingga untuk membuat suatu masakan cukup merepotkan bagi yang kurang terbiasa masak. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan pemanfaatan bumbu siap pakai. Bumbu ini ada dalam 2 bentuk yaitu bumbu instan kering dan bumbu instan pasta. Berikut ini diuraikan cara pembuatan instan pasta tersebut.

Bahan Baku

1573156293p

  •     Cabai merah 9 kg
  •     Bawang merah 3,5 kg
  •     Lengkuas cincang 1,75 kg
  •     Kunyit 1 kg
  •     Jahe 1 kg
  •     Bawang putih 1,75 kg
  •     Minyak 5,5 liter
  •     Serai 200 g
  •     Daun jeruk purut 100 g
  •     Daun kunyit 100 g
  •     Daun salam 100 g
  •     Garam 1 kg

Peralatan :     Blender dan Alat penggorengan

Cara Pembuatan

  1.  Haluskan cabai merah, bawang merah, lengkuas, kunyit, jahe, dan bawang putih menggunakan blender.
  2. Panaskan minyak goreng. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan, aduk, dan ratakan secara perlahan.
  3. Bila bumbu telah mendidih, kecilkan api kompor dan tambahkan garam, serai, daun jeruk purut, daun kunyit, daun salam, dan garam.
  4. Masak hingga matang (4-5 jam), tergantung besar-kecilnya api.
  5. Masukkan bumbu yang masih panas ke dalam kemasan sebanyak 90 g. Kemasan yang digunakan dapat berupa kemasan kantong plastik.
  6. Beri label pada kemasan dan masukan ke dalam kemasan sekunder.

Sumber : IPTEK  | foto (kontan.co.id)

Cara Pembuatan Dodol Pisang Nangka

dodol pisangPisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik, dodol, sale, anggur, dan lain-lain. Namun Pisang nangka merupakan jenis buah pisang yang mempunyai rasa agak masam, sehingga jarang disajikan sebagai pencuci mulut. Rasa asam inilah yang membuat nilai ekonomisnya rendah dan dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi dodol. Adapun bahan dan cara pembuatanya sebagai berikut :

Bahan

  • Buah pisang jenis pisang nangka 2 kg
  • Gula pasir 1 ons
  • Gula merah 3 ons
  • Tepung ketan 1 ons
  • Kelapa secukupnya
  • Vanili secukupnya

Cara Pembuatan

  1. Kupas buah pisang dan potong kecil-kecil lalu haluskan
  2. Kupas kelapa, parut lalu ambil santannya
  3. Campur pisang yang telah dihaluskan dengan gula pasir, gula merah, tepung ketan, panili, dan santan hingga rata kemudian panaskan sampai terbentuk adonan kental (± 3 ½ jam)
  4. Segera tuangkan adonan yang telah jadi pada cetakan, dinginkan, setelah itu potong-potong menurut ukuran (5×3 cm). Kemudian masukkan ke dalam kantong plastik.
  5. Untuk peralatan yang di butuhkan dalam pembuatan dodol bisa di lihat di sisni.

Yang perlu Anda perhatikan dalam penambahan tepung ketan jangan terlalu banyak agar dodol yang didapatkan tidak keras. Setelah dodol jadi, pembungkusan sebaiknya dilakukan setelah dingin dan disimpan di tempat tertutup agar dodol tetap kenyal seperti semula. Jika semua prosedur proses dilakuakn dengan baik, dodol pisang bisa tahan sampai ± 1 bulan. Selamat mencoba.

Source :  http://www.warintek.ristek.go.id

Cara Pembuatan Jahe Instan

jahe instan

Jahe Instan merupakan salah satu produk yang dihasilkan turunan dari pengolahan hasil pertanian. Selain yang mudah dalam pembuatannya, jahe instan juga memiliki peluang usaha yang cukup besar. Pergeseran pola hidup masyarakat yang cenderung memilih segala sesuatu yang bersifat instan, akan memberi peluang tersendiri untuk pemasaran produk jahe instan. Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap jahe instan juga sangat tinggi, hal ini terbukti dari peningkatan kebutuhan bahan baku jahe dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi jahe instan. Penasaran ? berikut cara pembuatannya.

Bahan Jahe Instan

  • Jahe 1 kg
  • Gula Pasir 1 Kg
  • Serai 5 batang
  • Cengkeh 10 butir
  • Daun Pandan 5 helai
  • Kayu Manis 3 ruas jari
  • Air 1 gelas ukuran sedang

Proses Pembuatan Jahe Instan

  1. Pilih jahe yang tua dan baik. Jahe dikupas dan di cuci, lalu dipotong kecil-kecil.
  2. Campur potongan jahe yang telah dipotong kecil-kecil tersebut dengan air, kemudian diparut / blender sampai halus.
  3. Jahe halus yang sudah diblender kemudian diperas menggunakan saringan halus. Air perasan jahe tersebut digunakan sebagai bahan pokok.
  4. Cuci hingga bersih semua bahan lain.
  5. Masukkan air perasan jahe, daun pandan, kayu manis, cengkeh, gula pasir ke dalam panci, kemudian tambahkan 1 gelas air, lalu aduk hingga rata.
  6. Campuran bahan yang telah diaduk kemudian direbus. Api yang digunakan untuk merebus jangan terlalu besar. Aduk terus agar tidak lengket/gosong.
  7. Jika bahan yang direbus sudah mulai masak, tandanya telah mengkristal dan berwarna putih agak coklat muda, segera angkat lalu biarkan hingga dingin.
  8. Ayaklah jahe instan hingga kristalnya halus dan rata. Kristal jahe yang masih kasar dihaluskan lalu diayak lagi sampai halus dan rata.
  9. Jahe instan siap disajikan atau dikemas.
  10. Untuk memproduksi jahe instan, alat-latnya bisa di lihat di sini.

Untuk Anda ketahui, Jahe memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Dinataranya Jahe dapat berfungsi sebagai peluruh lambung, mengobati sakit pinggang dan ecok yang sering menyerang otot, mengobati demam, nyeri, dan muntah-muntah, serta bermanfaat untuk menambah stamina agar tubuh tetap bugar. Oleh karena itu, mengkonsumsi jahe secara rutin sangat baik pengaruhnya bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Demikian, semoga sajian cara membuat jahe ini bisa bermanfaat.

Sumber :  tanijogonegoro.com | Foto (miti.or.id)

Membuat Mie dari Singkong

Mayoritas masyarakat sekarang tidak mau lagi memakan yang namanya singkong dan lebih memilih makan makanan restoran atau siap saji. Asumsi mereka singkong makanan orang zaman dahulu yang tidak memiliki cukup gizi. Padahal sejatinya singkong mempunyai banyak gizi dan manfat nya bagi tubuh kita. Adapun pembuatanya mie dari singkong sebagai berikut :

mie singkong joss

Bahan-bahan 

  • tepung singkong 125 g
  • terigu 50 g
  • telur 1 butir
  • garam secukupnya
  • air 60 cc
  • minyak kelapa 1 sdm

Cara Pembuatan

  1. Bahan yang sekiranya perlu di bersihkan, cuci dengan air (misal telur)
  2. Campurkan tepung singkong dengan telur ayam, garam dan minyak.
  3. Uleni atau aduk hingga terasa licin dan elastis di tangan serta mudah lepas dari wadah tempat pencampur.
  4. Bagi menjadi dua bagian
  5. Letakkan setiap bagian adonan di antara dua lembar plastik dan tipiskan hingga setbal 3 mm.
  6. Kukuslah selama 5 menit, dinginkan sejenak.
  7. Potong-potong tipis memanjang dengan alat pemotong mie.
  8. Selanjutnya bisa di masak sesuai kreaasi Anda.

So, Jika Anda ingin makanan yang rendah lemak selain sereal dan kacang-kacangan? Konsumsilah singkong! Singkong juga memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang. Tentu ini cocok bagi Anda yang sedang berlatih daya tahan otot. Singkong mengandung banyak mineral penting bagi tubuh, diantaranya seng, magnesium, tembaga, dan besi. Bahkan jumlah kalium pada singkong cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Mengobati berbagai penyakit antara lain reumatik, demam, luka, diare, cacingan, sakit kepala bahkan meningkatkan stamina.

* Bahan diatas untuk 4 porsi, dengan komposis gizi 4.04 g dan karbohidrat 51.78 g.

Sumber : http://www.warintek.ristek.go.id