Peluang Bisnis Nata De Coco

GambarNata de coco adalah sejenis makanan yang di buat dari hasil fermentasi air kelapa menggunakan asam cuka, makanan ini biasanya di jadikan minuman segar yang menyerupai agar-agar atau jelly yang sudah dikenal lama di Indonesia. Rasanya enak menyegarkan baik untuk dipakai dessert (pencuci mulut) sehabis makan, cocktail maupun diminum langsung dari gelas kemasannya. Kalau masih penasaran ya beli aja sendiri Salah satu peluang usaha yang bisa dibilang prospeknya bagus adalah usaha rumahan membuat nata de coco. Walaupun di pasaran sudah ada bebarapa produsen, namun dengan manajemen yang baik kita tetap akan bisa merebut pasar.

 GambarSaat ini, berbagai upaya dilakukan para pembuat nata de coco untuk merebut pasar. Salah satunya adalah dengan berinovasi membuat beberapa varian rasa yang berbeda dalam minuman yang berisikan nata de coco buatannya, misalnya ada yang rasa mangga, strawberry, lechi, rasa nanas, rasa apel, dan original tentunya. Begitu juga dengan warna yang dibuat berbagai macam, disamping warna putih, ada yang merah, kuning, kuning, orange dan hijau. Dan yang paling utama adalah kualitas bahan dan ketepatan racikannya hingga menghasilkan produk minuman nata de coco yang enak dan sehat.

 Cara membuat nata de coco

Cara Membuat nata de coco sebetulnya tidak terlalu sulit, bahan dasarnya adalah air kelapa yang di fermentasi dengan asam cuka. Gula pasir juga ditambahkan untuk membuat rasa manis, sedangkan berbagai rasa di tambahkan saat membuat minuman berbahan kabu nata de coco. Berikut ini adalh cara membuat nata de coco yang bisa kita ikuti.

Resep Nata de coco

Bahan-bahan :

  •  Air kelapa
  • Gula pasir
  • Asam cuka (asam asetat)
  • Wadah fermentasi
  • Starter atau biakan bakteri Acetobacter xylinum
  • Panci untuk memasak

Cara membuat nata de coco

  •  Saringlah air kelapa untuk memisahkan kotoran dan serat. Pastikan kandungan air kelapa benar-benar bersih dari serat-serat kelapa.
  • Masukkan air kelapa ke dalam panci. Didihkan air kelapa tersebut. setelah mendidih, tuangkan gula pasir.
  • Matikan api dan dinginkan. Taruhlah air kelapa tersebut ke dalam wadah untuk proses fermentasi yang telah steril. Setelah dingin, tambahkan asam asetat (asam cuka).
  • Tahap selanjutnya adalah tahap inokulasi yaitu suatu proses pemindahan bibit atau biakan bakteri dari medium lama ke medium baru. Pindahkan starter atau biakan bakteri Acetobacter xylinum dari media biakan ke wadah fermentasi berisi air kelapa yang telah didihkan, diberi gula dan asam cuka.
  • Tutuplah wadah fermentasi dan peram selama 7 sampai 14 hari. Pastikan media peram tertutup dan tidak mengalami goncangan. Pastikan kesterilan wadah peram dan penutupnya.
  • Ketika masa panen nata tiba, nata harus dicuci, direbus atau direndam terlebih dahulu untuk menghilangkan asam. Jika dilakukan dengan cara direndam, rendamlah dalam air selama 3 hari dan pastikan untuk mengganti air rendaman setiap hari.
  • Setelah itu, nata dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Kemudian lakukan perebusan nata kembali.
  • Tahap akhhir pembuatan nata de coco yaitu dengan merendam nata yang telah direbus ke dalam larutan gula dengan presentase 40% selama 30 menit sampai 45 menit. Nata siap disantap.
  • Nata de coco siap di kemas atau di jadikan minuman segar

Promosi dan Pemasaran

Sistem pemasaran nata de coco bisa dilakukan dengan mengajak distributor kerjasama untuk mengambil produk kita dengan komisi. Itu dilakukan kalau produk kita dalam jumlah banyak. Dan kita mampu untuk secara kontinyu menyediakan produknya jika para distributor itu membutuhkan. Tetapi jika produknya dipandang masih belum banyak, maka kita bisa memasarkan langsung ke toko-toko. Tentu saja dengan mempekerjakan sales. Kalau itupun tidak bisa karena produknya masih sedikit, maka memang kita harus langsung memasarkan sendiri ke toko-toko. Sasaran toko-toko tersebut yaitu toko-toko kelontong, toko khusus makanan dan minuman dan warung makan atau rumah makan. Saat ini penjualan nata de coco dengan memakai media online juga sudah banyak dilakukan

Tanya-Jawab analisis bisnis

Q         : Saya ini pengusaha nata lembaran, kenapa saya juga harus proses bisnisnya ?Gambar

A         : Begini ya , Sebagian orang membuat nata de coco ternyata banyak yang hanya berhenti pada nata lembaran mentah aja. Sehingga pemasarannya sangat tergantung pada para pengepul saja. Jika pengepul berhenti beroprasi atau kelebihan pasokan, maka para pembuat nata mentah juga ikut kena imbasnya.

 Kedua jika anda memproduksi nata mentah dalam jumlah besar, maka biaya yang anda perlukan juga relatif besar, sedangkan keuntungnya hanya sedikit. Oleh karena itu, menurut kami bekerja secara mandiri adalah lebih baik.

Q         : Aduh, kan saya setornya gak ke pengepul kok, tapi ke pabrik langsung, so ?

A         :Tetep aja nilai tambahnya dinikmati pihak lain. Coba analisis sedikit, kalau nata lembaran per kg dipabrik dihargai Rp. 1100 sampai Rp. 1500, sementara jika agan kemas, 1kg nata bisa jadi 8 sampai 10 kemasan ( 1 kemasan = 1 Cup Gelas ) dan harga perkemasan dipasaran adalah Rp.2000 sampai Rp. 3000. Kalikan saja gan, mau untung Rp. 500an / kg atau Rp. 20.000an/ kg. Kira-kira mending milih mana gan untungnya kalau produksi mentah dengan yang dijadikan minuman kemasan ? so, daripada setor pabrik ya mending merintis bikin pabrik sendiri, ya gak,?.

Q         : Kalau saya pemula dan tidak ada penjual bibit nata di area saya bagaimana ?

A            :Santai,….. Kunci utama pembuatan Nata De Coco dan bentuk Nata yang lainnya adalah berkat adanya bakteri acetobacter xylinum. Selain kami mengirimkan panduanya, maka kami pun juga menyediakan bibitnya. Anda bisa membelinya terpisah atau satu paket dalam panduan tersebut. Okew gak tuh ?

Q         :Bahan bakunya gimana, ?

A            :Membuka usaha produksi Nata De Coco adalah pilihan yang masih sangat terbuka luas. Bahan bakunya melimpah ada dimana-mana dan sangat murah.

Bahkan kalau mau mengambil sendiri dipasar tempat penggilingan kelapa, beberapa pembuat kopra, pembuat jajanan yang banyak menggunakan kelapa, jasa pemarutan kelapa atau disemua pasar tradisional, bisa jadi gratis. Karena limbah air kelapa ini biasanya dibuang begitu saja oleh para pedagang kelapa yang dapat mencemari lingkungan daerah setempat. Kalau ada yang bilang susah cari, berarti mungkin mereka mengandalakan stock pengepul alias wirausahawan manja. Intinya kalau mau usaha ya cobalah anda terjun kelapangan juga, melakukan pemetaan bahan baku dan sebagainya. Kalaupun anda harus mengeluarkan biaya untuk membeli air kelapa tersebut, maka dipasaran umum itu tidak lebih dari Rp. 200/ Liter

Menarik kan..?

Untuk menujang dan memudahkan Anda dalam bisnis nata de coco, kami http://www.rumahmesin.com menyediakan berbagai mesin. Untuk mengolah Nata De Coco secara efektif dan efisien diperlukan beberapa bantuan alat dan mesin nata De Coco antara lain mesin pemotong dan mesin perajang nata de cocoMesin Nata De Coco ini juga dapat dipergunakan untuk nata dari bahan baku lainnya.

Informasi Pemesanan :

Mansur Mashuri | Cp : +6281328042283 | email : rumahmesin@gmail.com

Soruce : ukmkecil.com , kaskus.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s