Cara Pembuatan Furfural dari Tongkol Jagung

jagung

Tongkol jagung merupakan limbah tanaman yang setelah diambil bijinya tongkol jagung tersebut umumnya dibuang begitu saja, sehingga hanya akan meningkatkan jumlah sampah. Kalaupun tongkol jagung ini digunakan hanya oleh penduduk di pedesaan sebagai bahan bakar setelah dikeringkan terlebih dahulu. Padahal dari tongkol jagung tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk diambil furfuralnya, karena di dalam tongkol jagung terkandung pentosan. Furfural adalah zat cair tak berwarna, yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa furan, tetrahidro furan, pural, pembuatan plastik, sebagai bahan pembantu dalam industri karet sintetik dan lain-lain.Furfural dapat dibuat dari semua bahan yang mengandung pentosan seperti limbah hasil pertanian antara lain: sekam padi, gergajian kayu, kulit gandum, tongkol jagung, ampas tebu dan lain-lain

Berikut cara pembuatannya :

  1. Tongkol jagung dibersihkan, digiling dan dikeringkan (100 g serbuk tongkol jagung + 500 ml HCl 9% + 125 g NaCl ).
  2. Diaduk sampai homogen pada labu atas bulat
  3. Campuran Homogen dipanaskan x jam (sesuai ketentuan)
  4. Perhatikan Campuran uap air & furfural, cairan akan menetes melalui corong ke dalam labu destilasi yang berisi kloroform.
  5. Pisahkan   dua lapisan: air (untuk lapisan atas) dan kloroform (untuk lapisan bawah) dengan cara membuat 2 corong.
  6. Untuk lapisan atas (air), tambah 10 ml kloroform dan akan terbentuk dua lapisan (lapisan air di bagian atas dan kloroform dibagian bawah).
  7. Pisahkan dengan mendestilasi dalam suhu 60-70 C
  8. Akan terlihat hasilnya Destilat (kloroform) dan Filtrat (Furfural)

Di dalam negeri, furfural dikonsumsi secara luas dalam perindustrian perminyakan, serat sintetis, farmasi, dan disintesis menjadi senyawa turunannya seperti furfural alkohol, furan, dll. Hingga saat ini furfural belum diproduksi sendiri di Indonesia, kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan mengimpor dari Negara Amerika, Prancis, Argentina, Italia, Spanyol, Hungaria, Cina dan lain sebagainya. Impor terbesar diperoleh dari Cina yang saat ini menguasai 72% pasar furfural dunia.

Sumber : (foto : id.wikipedia.com) UNESA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s