Cara Memanfaatkan Bekatul

Selama ini yang dianggap layak  dikonsumsi manusia hanyalah beras saja. Sedangkan bekatul  dan dedak dimanfaatkan terbatas untuk pakan ternak. Di lapangan, karena alat penggilingan tidak memisahkan antara dedak dan bekatul maka pada umumnya dedak dan bekatul  ini bercampur jadi satu yang disebut lunteh. Antara dedak dan bekatul sebenarnya berbeda, Badan Pangan Dunia (FAO) telah membedakan antara dedak dan bekatul. Dedak merupakan hasil penyosohan pertama sedangkan bekatul adalah hasil penyosohan yang kedua. Proses penyosohan merupakan proses penghilangan dedak dan bekatul dari bagian endosperma beras. Dedak lebik cocok dijadikan bahan baku pakan ternak sedangkan bekatul sangat baik untuk bahan pangan.

Saat ini  proses penumbukan padi tidak lagi ditumbuk  secara manual, melainkan menggunakan mesin penggiling beras yang disebut huller. Dengan mesin ini  beras yang dihasilkan putih bersih dan bekatulnya terpisah menjadi  serbuk atau tepung  yang berwarna kecoklatan. Dengan demikian, hampir semua bekatul dijual sebagai pakan ternak dan masyarakat luas memakan beras putih bersih yang kandungan gizinya lebih rendah dibandingkan beras tumbuk.

Di Jepang, bekatul dikonsumsi dalam bentuk minuman. Contohnya adalah Fibe Min (yang disebut sebagai minuman terlaris di Jepang). Sedangkan di Indonesia Bekatul belum banyak dimanfaatkan. Padahal bekatul bisa dibuat menjadi bahan makanan yang enak dan bergizi. Contohnya Bekatul bisa dicampur dalam kuah laksa, bahan kulit risoles, atau menjadi campuran bahan untuk membuat bubur dan roti.

Cara mengkonsumsi bekatul

Tepung bekatul dapat digunakan sebagai bahan subtitusi roti, cookies, minuman berserat, dan breakfast cereal. Untuk dijadikan sebagai penganan, bekatul dapat dicampur dengan bahan lain pada pembuatan biskuit, kue, produk breakfast cereal, dan lain-lain.Substitusi 10-15 persen bekatul awet dalam tepung terigu, dilaporkan memberikan hasil yang optimal penerimaan konsumen pada produk kue kering dan roti manis. Substitusi tepung bekatul awet sebanyak 20 persen juga dilaporkan telah diaplikasi pada produk breakfast rice bran cereal (Gambar 1).

gambar olahan bekatul

Apabila ingin mendapatkan bekatul yang layak dimakan maka ada satu hal penting yang diperhatikan, yaitu sifat bekatul yang mudah rusak atau menjadi tengik. Apabila sudah menjadi rusak atau tengik bekatul ini tidak layak lagi untuk dimakan. Pada umumnya  pemanfaatan bekatul sebagai bahan pangan adalah 24 jam setelah penggilingan. Selamat berkreasi dengan aneka olahan bekatul.

Sumber : bbppbinuang.info | foto (itp.bakrie.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s