Cara Pembuatan Asap Cair Dari Cangkang Kelapa Sawit

129382_cangkangKelapa sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia dan perkembangannya sekarang cukup pesat. Seiring produksi minyak kelapa sawit yang tinggi, maka limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Dengan kondisi yang semacam itu sebenarnya banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan cangkang sawit tersebut. Diantaranya dilakukan pirolisis terhadap cangkang sawit tersebut akan diperoleh rendemen berupa asap cair yang dapat diguakan sebagai biopreservatif baru pengganti presetvatif kimia, arang maupun tar . Asap cair merupakan hasil kondensasi dari pirolisis bahan yang mengandung sejumlah besar senyawa yang terbentuk akibat proses pirolisis konstituen kayu seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin. Proses pirolisa melibatkan berbagai proses reaksi yaitu dekomposisi, oksidasi, polimerisasi, dan kondensasi.

Bahan
Cangkang Sawit

Alat
Alat utama untuk pembuatan asap cair adalah alat pirolisator yang terdiri dari tabung reaktor, pemanas listrik (heater), pipa penyalur asap, kolom pendingin (kondensor), erlenmeyer, botol ukur dan pipa pengeluaran asap sisa. Alat untuk pengendapan tar tar terdiri dari botol dari asap cair yang masih bercampur dengan tar, gelas ukur 100 mL, pipet ukur dan pipet gondok.

Cara Pembuatan
Prinsip dasar pembuatan asap cair dilakukan dengan destilasi.

  1. Bahan cangkang sawit sebelumnya dianalisa kadar hemiselulosa, selulosa dan lignin kemudian kadar airnya dibuat menjadi 8%, 13% dan 18% dengan pengering kabinet.
  2. Asap cair dibuat dengan memasukkan 1 kg cangkang sawit ke dalam reaktor kemudian ditutup dan rangkaian kondensor dipasang.
  3. Selanjutnya dapur pemanas dihidupkan dengan mengatur suhu dan waktu yang dikehendaki.
  4. Suhu yang digunakan 350°C, 400°C dan 450 °C sedangkan waktu yang digunakan adalah 45 menit, 60 menit dan 75 menit yang dihitung pada saat tercapai suhu yang dikehendaki.
  5. Asap yang keluar dari reaktor akan mengalir ke kolom pendingin melalui pipa penyalur asap yang mana pada pipa ini terdapat selang yang dihubungkan botol penampung untuk menampung tar , kemudian ke dalam kolom pendingin ini dialirkan air dengan suhu kamar menggunakan aerator sehingga asap akan terkondensasi dan mencair.
  6. Embunan berupa asap cair yang masih bercampur dengan tar ditampung kedalam erlenmeyer, selanjutnya disimpan di dalam botol, sedangkan asap yang tidak terembunkan akan terbuang melalui selang penyalur asap sisa.
  7. Selanjutnya asap cair + tar yang terdapat didalam botol dilakukan pengendapan untuk memisahkan tar dan asap cair.
  8. Untuk yang masih bingung seperti apa mesin pembuat asap cair, bisa di lihat disini.

Kadar anti bakteri yang ada pada asap cair ini mampu membunuh perkembangan jamur seperti Ganoderma sp dan Polyporous alcularius, dimana jamur ini sering terdapat pada pohon sawit yang dapat membunuh pertumbuhan sawit dengan cepat. Dengan pola penyemprotan asap cair maka jamur ini tidak dapat berkembang, sehingga sawit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang baik pula. Pemanfaatan asap cair juga telah digunakan pada pertambakan udang untuk menghindari tumbuhnya jamur pada kolam. Ini menunjukkan asap cair dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Nilai tambah dari bahan ini perlu untuk dikembangkan karena di samping menghasilkan uang juga dapat membuka lapangan pekerjaan.

Sumber : iptek.net.id | foto (kaskus.co.id) | http://www.waspadamedan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s