Cara Pembuatan Tepung Aren

Tepung aren merupakan pati yang diekstrak dari batang aren. Produk ini digunakan untuk pengolahan makanan, pakan, kosmetika, bahan baku industri kimia dan pengolahan kayu. Batang aren dapat diolah menjadi tepung aren dengan cara sederhana. Sampai sekarang pengolahan tepung aren dilakukan dengan cara tradisional dengan alat-alat sederhana. Di Sumatera Barat, pengolahan tepung aren ini belum dilakukan. Pengolahan tepung aren perlu dipertimbangkan sebagai salah satu usaha di pedesan. Pada tulisan ini dijelaskan pengolahan tepung aren skala rumahtangga. Berikut proses pembuatanya :

Bahan : Batang aren, NaHSO3, Kaporitindex

Peralatan :

  • Pengupas kulit
  • Alat pengering
  • Tempat pengendapan
  • Penyaring bubur aren
  • Pemarut aren
  • Perendam parutan

Proses Pembuatan :

1) Pengupasan. Batang aren dikupas untuk membuang kulit luar yang keras.
2) Pemarutan. Batang aren yang telah dikupas kulitnya diparut halus sambil ditambah air sehingga menjadi bubur aren. Jika batang yang ditangani cukup banyak, batang diparut dengan mesin pemarut.
3) Pembuatan larutan sulfit. Natrium bisulfit dilarutkan ke dalam air. Setiap 1 liter air ditambah dengan 3 g senyawa natrium bisulfit. Larutan yang diperoleh disebut larutan sulfit. Larutan sulfit dapat dibuat dengan biaya murah dengan cara mengalirkan gas SO2 ke dalam air. Gas SO2 tersebut dibuat dengan membakar belerang (S atau sulfur).
4) Penambahan larutan sulfit dan pengadukan. Bubur hasil pemarutan ditambah larutan sulfit (1 bagian bubur ditambah dengan 1 bagian air) sehingga menjadi bubur encer. Bubur encer ini diaduk-aduk agar pati lebih banyak yang terlepas dari sel batang. Jika bubur cukup banyak,
pengadukan dilakukan dengan alat pengaduk mekanis.
5) Penyaringan suspensi pati. Bubur aren disaring dengan salah satu cara
berikut:

a. Bubur dimasukkan ke dalam kain saring, kemudian diremas-remas sehingga pati lolos dari saringan sebagai suspensi pati, dan serat tertinggal pada kain saring. Suspensi pati ini ditampung pada wadah pengendapan.
b. Bubur dituangkan ke atas saringan dari anyaman kawat yang terbuat dari stainless steel, kemudian diadukaduk sehingga patinya lolos sebagai suspensi pati dan serat tertinggal diatas saringan. Suspensi ini ditampung pada wadah pengendapan.

6) Pengendapan pati. Suspensi pati dibiarkan mengendap di dalam wadah pengendapan selama 12 jam. Pati akan mengendap sebagai pasta. Cairan di atas endapan dibuang.
7) Pembersihan pasta pati

a. Pasta pati berwarna coklat dan tampak kotor. Pasta ini kemudian direndam di dalam air yang mengandung kaporit 10-15 ppm, kemudian didiamkan sampai terbentuk endapan pasta pati. Cairan jernih di atas pasta dibuang.
b. Lapisan atas dari pasta pati masih berwarna coklat dan kotor. Lapisan kotor ini dibuang dengan hati-hati sehingga tidak terbuang lapisan putih bersih yang berada di bawahnya.
c. Pasta yang telah dibuang lapisan coklat yang kotor tersebut, direndam sekali lagi dengan larutan kaporit. Hal ini dilakukan sampai diperoleh pasta yang putih bersih.

8) Pengeringan
a. Pasta pati yang putih bersih ditiriskan, kemudian diayak dengan anyaman kawat yang agak rapat (lebar 1 mm) dengan menekannekankan pasta pada permukaan ayakan. Pasta akan lolos sebagai butiran kasar yang basah.
b. Butiran kasar tersebut dijemur di atas tampah, atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 14%. Produk yang telah kering akan gemirisik bila diremas-remas. Hasil pengeringan ini disebut dengan tepung kasar.
9) Penggilingan. Tepung aren selanjutnya ditumbuk atau digiling sampai halus (sekurang-kurangnya 80 mesh) menjadi tepung aren.
10) Pengemasan. Tepung aren dikemas di dalam kantung plastik atau kotak kaleng dalam keadaan tertutup rapat.

Sumber : ristek |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s