Cara Pembuatan Kerupuk Lele

Picture2Ikan lele selain sudah di kenal sebagai salah satu favorit lauk makan di masyarakat, namun juga bisa jadi diolah menjadi kerupuk. Tentang rasa tentu yang tak kalah lezatnya dengan kerupuk ikan pada umumnya. Kelebihan lainnya bahan bakunya murah, cara membuatnya juga ternyata sangatlah mudah. Berikut persiapan dan bahan yang perlu kita siapkan untuk membuat kerupuk lele yang renyah ini.

Bahan baku : tepung tapioka (9 kg), Daging lele (3,5 kg), air (3,3 liter), garam (300 gram), gula (250 gram), soda kue (10 gram), bahan pengasam secukupnya, bawang putih (250 gram), telur (8 butir), susu kental (30 sendok makan), Natrium Meta Bisulfit (5 gram), Natrium benzoat (5 gram), keju parut (100 gram), dan minyak goreng secukupnya.

Peralatan : timbangan, gelas ukur, panci email, saringan, mixer, blender, pisau dan talenan, kompor brander / kompor bertekanan, pengukus adonan kerupuk, bak plastik, rak kayu, laminating pres untuk menutup kemasan, para – para, oven atau mesin pengering, pengaduk kayu, dan cetakan kerupuk > lihat di sini.

Proses Pembuatan :

  1. Siapkan bahan pengisi kerupuk dengan menjadikan daging lele bubur terlebih dahulu (tentunya setelah dicuci dan isi perutnya dikeluarkan), kemudian diblender dengan penambahan air (2:1).
  2. Hilangkan bau amis dengan penambahan bahan pengasam. Bubur daging lele ditempatkan pada panci kemudian tambahkan bahan pengasam sedikit-demi sedikit sambil diaduk sampai bau amisnya hilang.
  3. Buat adonan cair, yang terdiri dari bubur lele, air, telur, garam, gula, soda kue, susu kental, bawang putih, bahan pengawet (asam benzoate), bahan pemutih (sodium meta bisulfit), dan keju. Untuk membuat adonan cair seluruh bahan (kecuali bubur lele) dimasukan ke dalam blender, termasuk telur yang sudah dikocok, bawang putih yang sudah dihaluskan, serta keju yang telah diparut. Seteleh itu kemudian diblender. Bubur lele yang sudah disiapkan sebelumnya dituang sedikit demi sedikit ke dalam wadah berisi adonan cair sambil diaduk hingga merata.
  4. Buat adonan kerupuk. berupa campuran dari adonan cair dengan tepung tapioka dengan cara ditabur sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan (diuleni), hingga menjadi campuran adonan yang cukup kental sehingga dapat dibentuk atau dicetak.
  5. Cetak adonan dengan cetakan yang telah dipersiapkan atau tanpa cetakan, misalnya dikepang.
  6. Kukus adonan dengan posisi adonan kerupuk yang telah dicetak pada ram kawat diletakan pada rak-rak dalam alat pengukus yang telah disiapkan. Pengukusan dilakukan ± 1 jam atau tergantung besar ukuran adonan dan besarnya nyala api.
  7. Dinginkan dan keraskan adonan, caranya, adonan yang sudah matang dijemur selama 2-3 hari, selanjutnya ditempatkan di rak kawat dan diangin-anginkan selama 3 -4 hari lagi hingga adonan keras dan siap untuk dipotong.
  8. Tahapan terakhir adalah memotong adonan, mengeringkan hasil pemotongan adonan, kemudian dijemur lagi (atau bisa dilakukan dengan alat pengering), serta dikemas dalam kemasan yang telah dipersiapkan.

Sumber : lestarimandiri.org | gambar (pic.google)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s