Cara Pembuatan Rambak dari Kulit Sapi

krupukKerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang dan ikan. Ada dua jenis kerupuk yang dikenal dimasyarakat, yaitu kerupuk dengan bahan baku nabati (seperti kerupuk singkong, kerupuk bawang,kerupuk puli, rempeyek, rengginang, kerupuk gendar, kerupuk aci,rengginang) dan kerupuk dengan tambahan bahan pangan hewani (seperti kerupuk udang, kerupuk ikan dan kerupuk rambak kulit). Untuk kerupuk kulit atau yang dikenal dengan nama kerupuk rambak, merupakan kerupuk yang tidak dibuat dari adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi, kerbau, kelinci, ayam atau kulit ikan yang dikeringkan. Sekarang ini proses pembuatannya  ada yang masih tradisional dan merupakan usaha rumah tangga, namun ada juga yang sudah di bantu dengan peralatan yang modern. Pembuatan kerupuk rambak kulit sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan bahan yang mahal. Adapaun proses pembuatannya sebagai berikut,

  1. Pemilihan kulit sebagai bahan baku kulit (harus dari kulit yang sehat, bukan dari ternak yang sakit, kulit bersih dan tidak busuk)
  2. Pencucian (washing) untuk membersihkan sisa kotoran yang masih menempel
  3. Perendaman jika kulit berasal dari kulit awetan atau kulit kering (selama 24 jam dalam air bersih) supaya kulit kering menjadi basah seperti kulit segar.
  4. Pengapuran (liming) (direndam dalam larutan kapur tohor (Ca(OH)2 supaya kulit membengkak, lapisan epidermis dan bulu mudah dihilangkan serta untuk menuingkatkan daya kembang dan kerenyahan kerupuk rambak)
  5. Pengerokan bulu (terutama dari kulit sapi, kerbau dan kelinci)
  6. Perebusan (boiling) pada suhu dan waktu tertentu sesuai jenis kulit supaya kulit matang
  7. Pemotongan kulit sesuai selera
  8. Penjemuran dibawah sinar matahari sampai kering
  9. Penggorengan (dilakukan 2 tahap, yaitu dengan minyak yang tidak terlalu panas (suhu 80ºC) kemudian dimasukkan dalam minyak yang panas (suhu 100ºC) sampai kerupuk rambak kulkit mengembang dengan sempurna
  10. Proses selanjutnya yaitu pengemasan dalam kantong plastik serta pemasaran

Sumber : Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan http://jiip.ub.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s