Arsip Kategori: Mesin Industri Rumah Tangga

Cara Membuat Bumbu Dapur Instan

Peluang usaha bumbu masakSaat ini perkembangan dunia kuliner membuka peluang usaha yang lain, seperti pembuatan bumbu instan. Permintaan yang terus meningkat, memungkinkan pemain baru mencicipi bisnis bumbu siap saji. Proses memasak yang cepat juga harus dilakukan oleh pengusaha kuliner atau pemilik restoran untuk memuaskan pelayanan untuk pelangganya. Maklum, memasak dalam jumlah besar biasanya membutuhkan waktu relatif lama. Padahal, jam makan pengunjung sangat terbatas :). Ditambah lagi untuk menghemat waktu dan tenaga, ibu-ibu rumah tangga dan juru masak lebih mengandalkan bumbu siap saji. Apalagi, hasil masakan dari bumbu-bumbu ini tak kalah sedap dibanding bila diracik sendiri. Berikut proses pembuatannya :

Cara Membuat Bumbu Dasar
1. Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukkan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan.
3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
4. Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas selama 3 bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukkan bumbu tambahan lain seperti daun salam, daun pandan, atau daun jeruk.

Bumbu Dasar Merah

Bahan
400 gr cabai merah (buang bijinya),
100 gr bawang merah,
50 gr bawang putih,
100 gr tomat,
20 gr terasi,
100 gr gula pasir,
15 gr garam,
100 ml minyak goreng (saat memblender), dan 100 ml minyak goreng saat menumis.
Bumbu ini cocok untuk memasak nasi goreng, sambal goreng (ditambah lengkuas, salam, dan santan), dan lain-lain.

Bumbu Dasar Putih

Bahan
250 gr bawang merah,
100 gr bawang putih,
50 gr kemiri,
3 cm lengkuas dirajang halus,
2 sdt garam,
2 sdt gula pasir,
100 ml minyak goreng (untuk memblender), 100 ml minyak goreng untuk menumis.
Bumbu ini cocok untuk makanan berwarna, misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mi goreng, dan oseng-oseng.

Bumbu Dasar Kuning

Bahan
100 gr kemiri,
150 gr bawang putih,
500 gr bawang merah,
25 gr kunyit,
20 gr jahe,
20 gr lengkuas,
1 sdm lada bubuk,
2.5 sdt garam,
2 sdt gula pasir,
150 ml minyak untuk memblender, 50 ml minyak untuk menumis.
Bumbu ini misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng dan mi goreng.

Bumbu Dasar Oranye

Bahan
300 gr cabai merah buang biji,
1 sdt jinten,
1 sdt adas manis bubuk,
2.5 sdm ketumbar bubuk,
100 gr kemiri,
150 gr bawang putih,
500 gr bawang merah,
25 gr kunyit,
20 gr jahe,
20 gr lengkuas,
2 sdt lada bubuk,
3.5 garam,
2 sdt gula,
150 ml minyak goreng untuk memblender, dan 50 ml minyak untuk menumis. Bumbu ini untuk kari, gulai, rendang, dan macam-macam masakan yang berwarna oranye. Sumber Kompas, dari Resepnya Rudy Choirudin Selamat mencoba.

Sumber : disini

Cara Pembuatan Mebel dari Bambu

Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Bambu yang bagi sebagian orang bukan barang yang bernilai, bisa dibilang menjadi jalan rizki/tumpuan hidup yang sangat perospektif. Salah satunya adalah dimanfaatkan sebagai bahan baku furnitur. Menariknya dari jaman dulu hingga sekarang, furnitur dari bambu ini masih diterima dengan baik oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan sangat beragam. Ada mebel bambu, dipan dari bambu, gazebo bambu, rumah dari bambu dan aneka macam kerajinan bambu lainnya.

Oke, berikut akan kita bahas cara pembuatan furnitur/meubel dari kayu bambu.

usaha-kecil-kecilan-270x260

Bahan baku : bambu, rotan dan plitur/vernis

Proses pembuatan :

  1. Menentukan model dan ukurannya
  2. Bambu dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan
  3. Bambu dipotong sesuai dengan ukuran dan model yang telah ditentukan
  4. Potongan-potongan bambu tersebut dirakit sebagai kerangka mebel dengan cara dipaku atau diikat
  5. Supaya indah, bagian sambungan tersebut dibalut dengan rotan sehingga nampak cantik jika dipandang
  6. Setelah kerangka terbentuk, dibuat sandaran dan dudukan pada masing-masing kerangka yang sudah terbentuk
  7. Apabila model dudukan dan sandaran mempunyai motif, maka dilakukan pengukiran pada dudukan dan sandaran tersebut
  8. Hal terakhir yang dilakukan adalah finishing, dimana mebel tersebut diamplas kemudian divernis

Mengapa memilih bambu ? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang bambu…!

  • Sumberdaya terbarukan. Bambu dapat dipanen dalam waktu hanya 3-5 tahun dibandingkan dengan 20-50 tahun pada kebanyakan jenis kayu keras. Produksi biomasa bambu diperkirakan sekitar 20-30 ton per hektar pet tahun.
  • Berlimpah. Ada lebih dari 1.500 spesies di seluruh dunia, di Indonesia juga ditemukan lebih dari 100 jenis bambu yang hampir seluruhnya dapat dimanfaatkan.
  • Lebih kuat dari baja. Jenis-jenis bambu tertentu memiliki kekuatan tensil hingga 28.000 per inci, dibandingkan dengan baja yang memiliki tensil 23.000.
  • Meningkatkan pendapatan petani. Bambu tumbuh di kawasan pedesaan dan kebanyakan dimiliki oleh petani miskin. Memanfaatkan bambu secara lestari dapat membantu menambah penghasilan petani.
  • Rumah yang aman. Lebih dari satu miliar orang tinggal di rumah bambu. Dalam berbagai kejadian, rumah bambu terbuki tahan terhadap gempa bumi.
  • Eksotis, indah. Bambu secara alami adalah bahan yang indah dan eksotis, dapat diaplikasikan menjadi berbagai macam produk yang bermanfaat.

Sumber : disini & sumber lainya

Tahapan Proses pengolahan Rumput Laut

rumput lalutGulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut.Rumput laut merupakan salah satu jenis usaha yang dapat ditekuni dengan mudah dan mempunyai prospek bagus. Potensi lahan untuk pengembangan juga membentang di banyak wilayah pantai Indonesia. Permintaan pasarnya untuk produk ini cukup besar, tidak saja untuk dikonsumsi dan dibuat produk makanan, tetapi juga sebagai bahan baku obat dan produk kosmetika.

Saat ini penanganan dan pengolahan pasca panen rumput laut perlu diusahakan secara optimal, padahal sebetulnya teknologi penanganan dan pengolahannya cukup sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar dan peralatan yang canggih. Jika teknologi pasca panen rumput laut dapat dikembangkan dan diterapkan dengan baik, maka agroindustri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah, menambah lapangan kerja dan mengurangi impor produk jadi rumput laut dapat tercapai. Rumput laut akan lebih bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut.

Secara umum penanganan yang baik rumput laut harus memperhatikan aspek pemanenan, pengeringan, pencucian pengemasan, dan penyimpanan.

Pemanenan

Pemanenan rumput laut sebaiknya pada hari panas dan cukup umur. Untuk jenis gracilaria 1-1.5 bulan, sedangkan untuk eucheuma 1.5 bulan. Cara panen dengan memetik sebagain tanaman yang menempel pada substraknya, sedangkan untuk rumput laut budidaya pemanenan dilakukan dengan cara dipetik secara keseluruhan kemudian thallus bagian ujung dipetik untuk dijadikan bibit, sedangkan bagian pangkal diambil untuk dikeringkan.

Pengeringan

Pengeringan sekaligus membersihkan kotoran dari pasir, batu karang, dsb. Pengeringan sebaiknya menggunakan alas pengering atau para- para penjemuran. Lama pengeringan 1-2 hari sehingga diperoleh ruput laut dengan Ka 25% untuk gracilaria dan 32% untuk eucheuma.

Pencucian

Rumput laut dicuci dengan air tawar sambil dihilangkan kotoran yang masih melekat seperti pasir, karang, Lumpur, rumpit laut jenis lain sampai bersih dan tiriskan.

Pemucatan

  • Rumput laut direndam dengan larutan kaporit 0.25% (0.25 gr/ltr air) sambil diaduk- aduk selama 1-2 jam
  • Cuci rumput laut berulang kali sampai bersih dan tiriskan untuk menghilangkan bau kaporit
  • Cuci kembali sampai bersih dan keringkan sampai ½ kering. Pada tahap ini rumput laut dapat disimpan dulu bila tidak segera di olah.

Untuk mengolah rumput laut menjadi agar- agar kertas, rumput laut terlebih dahulu direndam semalaman dan dilakukan kegiatan sbb:

Pemasakan dan penyaringan

  • Rebus rumput laut dengan menggunakan air 10 liter setiap 1 kg rumput laut selama 1-2 jam atur suhu perebusan 80-90º c dan tambahkan asam cuka ± 5ml
  • saring rumput laut dengan menggunakan kain penyaring dan tampung dalam wadah penampungan (perebusan 1)
  • rebus ampas rumput laut dengan menggunakan 5-7 liter air selama 1 jam pada suhu 80-90c lalu saring (perebusan 2)
  • rebusan 1 dan 2 dicampur dan dipanaskan selama 15 menit dan tambahkan KCI2.5% (2.5 gr/ liter air) atau KOH 3% (3 gr/ ltr air)

Penjendalan

  • Tuang cairan rumput laut pada cetakan dan biarkan semalaman
  • Keluarkan cairan yang sudah mengental dari cetakannya
  • Bungkus setiap lembaran agar dengan kain yang berukuran lebih besar dari ukuran pan pengentalnya supaya pada saat pengepresan masa agar- agar tidak pecah.

Pengepresan

  • Lembaran agar yang telah terbungkus disusun dalam bak pengepres dan di press dengan menggunakan beban pemberat.
  • Biarkan pengepresan selama semalam sehingga ketebalan ± 2 mm.

Pengeringan

  • Jemur agar- agar yang telah di press beserta kain pembungkus diatas para- para selama 3-5 hari dan atur satu per satu agar tidak menumpuk.
  • Setelah kering, tarik kain pembungkus pada sudut- sudutnya dan lepaskan pembungkus sehingga diperoleh agar berbentuk lembaran atau kertas.

Disamping sebagai bahan makanan bergizi, rumput laut telah banyak digunakan sebagai bahan pembuatan obat-obatan dan suplemen makanan serta difortifikasi ke produk pangan untuk meningkatkan nilai jual produk tersebut. Jenis rumput laut yang banyak digunakan untuk pembuatan obat adalah alga coklat khususnya sargasum dan turbinaria. Pengolahan rumput laut jenis tersebut menghasilkan ekstrak berupa senyawa natrium alginat. Senyawa alginat inilah yang dimanfaatkan dalam pembuatan obat antibakteri, anti tumor, penurunan darah tinggi dan mengatasi gangguan kelenjar.

Sumber : disini & dari berbagai sumber

Peluang Bisnis Roti dan Kue

art-bread1Makanan roti dan kue berasal dari benua Eropa serta digemari oleh hampir semua kalangan termasuk di Indonesia. Tak heran bila bisnis roti tumbuh subur. Membangun sebuah usaha pembuatan roti dan kue memang menjadi salah satu primadona usaha rumahan yang banyak dilakoni oleh kaum ibu-ibu. Kapasistas produksinya biasanya masih sangat kecil dan terbatas pemasarannya. Padahal jika dijalankan dengan sedikit sentuhan profesional, mungkin usaha pembuatan roti yang skala rumahan tersebut bisa bertahan dalam persaingan dengan industri-industri produk roti kelas kakap. Kunci suksesnya adalah mampu menghadirkan produk roti yang memiliki cita rasa yang khas dengan harga yang bersahabat. Untuk membangun sebuah pabrik roti kelas kecil (usaha rumah tangga) ada 4 poin penting yang mesti Anda perhatikan, yaitu :

Penentuan Jenis Roti
Ada banyak jenis roti yang bisa menjadi pilihan bagi pabrik anda, misalnya roti tawar, roti manis, roti isi, roti ala Jepang dan sebagainya. Pemilihan jenis roti disesuaikan dengan selera konsumen di wilayah anda, kemudahan memperoleh bahan baku, jumlah pesaing untuk produk roti sejenis, kemudahan proses produksinya, dan daya tahan produk roti tersebut. Jika anda kreatif, maka ciptakanlah produk roti yang unik, baik dari tampilan dan cita rasa.

Pembuatan Tempat Produksi
Para pengusaha kecil skala rumah tangga biasanya menggunakan salah satu bagian rumahnya sebagai tempat usaha (produksi), misalnya bagian dapur. Hal itu sah-sah saja, asalkan bisa mengatur tata letak peralatan dan hasil produksi serat menajaga kebersihan. Namun, jika anda memiliki dana lebih, ada baiknya membangun tempat usaha pabrik roti yang khusus untuk kegiatan produksi. Hal tersebut tentu lebih mudah dalam pengaturan, pengawasan, dan menjamin kualitas produk roti Anda.

Penyediaan Peralatan

Untuk membuat roti dengan sentuhan profesional, ada beberapa peralatan utama yang perlu disediakan, antara lain:

  • Pengaduk Adonan Roti (mixer) harga sekitar 2 juta hingga 9 juta rupiah tergantung merek dan kapasitas.
  • Pembagi Adonan Roti (Dough Divider) berguna untuk membagi takaran adonan roti sehingga semua produk roti menghasilkan berat dan volume yang sama. Namun harganya cukup mahal antara 20juta hingga 50 juta rupiah. Jika dana usaha belum mencukupi, maka lakukan saja secara manual, tentu harus dengan extra time.
  • Lemari Pengembang berguna sebagai tempat menyimpan adonan roti yang telah dicetak sembari menunggu cetakan adonan kue tersebut mengalami fermentasi dan mengembang. Biasanya terbuat dari bahan stenliss dengan harga sekitar 4-7 juta rupiah tergantung kapasitasnya.
  • Lemari Pembakar Roti / Microwave / Mesin Oven harga bervariasi antara 10 juta hingga 30 juta rupiah.
  • Peralatan lain misalnya loyang, cetakan kue, alat pemotong roti, pisau, wadah adonan, pembungkus produk, dsb.

Pengkemasan dan Cara Pemasaran
Hasil akhir harus dikemas dengan baik dan higienis. Jika modal anda mencukupi, ada baiknya membeli mesin pembungkus plastik dengan merek yang bisa dicetak, namun jika dana anda pas-pasan maka langkah awalnya cukup menggunakan plastik kemasan rekat biasa yang banyak dijual di toko-toko.

Teruslah berinovasi dengan berbagai usaha trial and error, anda harus bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi pada produk roti, antara lain:

  • Volume produk roti terlalu besar/kecil
  • Warna kerak (kulit) roti terlalu pucat/tua
  • Roti bergelembung di bawah kerak roti
  • Kerak roti terlalu tebal
  • Roti terlalu keras sehingga tidak mudah diiris
  • Butiran roti kasar dan jaringan dalam roti kurang baik
  • Rasa dan aroma yang tidak pas
  • Mutu simpan (daya tahan) rendah

Jangan lupa ketika Asaha anda telah memperoleh profit yang lumayan, segera lakukan pendaftaran produk untuk mendapatkan PIRT atau Depkes, sehingga menjamin kualitas produk usaha roti Anda. :)

Sumber : disini | gambar

Cara Pembuatan Mie Basah

Mie basah banyak di produksi dalam skala rumah tangga atau industri-industri kecil. Jenis mie ini banyak di jumpai di pasar dan tukang bakso dan tukang mie kopyok. Mie basah pada umumnya dibuat oleh pabrik-pabrik kecil yang jumlahnya cukup banyak dengan produksi bervariasi anatara 500-1500 Kg mie paer hari. Mie basah memang tidak tahan disimpan lama. Bila dibuat serta di tangani dengan baik maka pada musim panas atau musim kering mie basah dapat tahan sampai 36 jam. Pada musim penghujan hanya tahan 20-24 jam. Pada prisnsipnya pembuatan mie masah sama dengan mie pada umumnya. hanya pada pembuatan mie basah perlu di tambah kansui (air abu) dan beberapa bahan tambahan lain.

images

Pembuatan mie meliputi tahap-tahap pencampuran, pengistirahatan, pembentukan lembaran dan pemotongan/pencetakan.Untuk memperoleh produk yang awet dan mudah dihidangkan (instan) maka setelah pengukusan dilakukan penggorengan. Berikut proses pembuatan dan beberapa peralatan serta kebutuhan bahan untuk pembuatan mie basah.

Peralatan : Mesin pengaduk, mesin rol pres, alat pencetak, baskom, pengukus, kompor

Bahan
Terigu 1000 g
Air 375 ml
Garam 20 g
Obat mie 5 g dan air abu 20 ml
Natrium karbonat : natrium tripolifosfat (3:2) = 5 g
CMC 2 g

Proses pembuatan

  1. Timbang bahan-bahan sesuai takaran
  2. Larutkan semua garam dalam air (takaran)
  3. Masukan terigu kedalam pengadukan pada mesin pembuat mie jalankan mesin pengaduk dan tambahkan larutan garam pada terigu dalam pengaduk. Biarkan pengadukan selama 5 sampai 10 menit.
  4. jalankan mesin pengepres dan masukan adonan dalam pengumpan anatara roller. Atur jarak roller mulai yang tebal sekitar 1 cm kemudian semakin sempit sehingga ketebalan lembaran adonan sesuai dengan ukuran mie yang diinginkan.
  5. Pasang roller pemotong/pencetak mie. Masukkan lagi lembaran adonan ke dalam roll pengepres. Potong mie yang terbentuk kira-kira 30 cm.
  6. Jika agak lengket taburi dengan tepung, kemudian kukus

 Sumber : disini | gambar (wikipedia)